Sex Bebas Dan Ank SMAMasa remaja, adalah masa yang paling indah, gitu katanya kebanyakan anak- anak seragam putih abu- abu yang setiap harinya saya hadapi di kelas. Masa SMA adalah saat dimana kita bebas ekspresikan yang kita mau, sebagian lain malah berpendapat begitu, mulai dari yang positif contohnya ngukir prestasi, sampe yang negatif- negatif juga ada, mulai dari rokok , bolos, tawuran, nge genk, party party, dan lain lain.

Namun masa SMA adalah juga masa rawan dalam hal pergaulan. Banyak diantara teman- teman kita, saudara kita, ataukah anak-anak kita diluar sana yang udah terjerumus atau bahkan dengan suka rela menjerumuskan diri (naudzubillah) dalam pergaulan seks bebas.

Tingkah laku remaja yang seringkali lepas kontrol ngakibatkan tambahnya masalah sosial yang dialami. Menurut WHO, di seluruh dunia, sekitar 40-60 juta ibu yang ga pengen kehamilan dan melakukan aborsi. Setiap tahun diperkirakan 500.000 ibu ngalami kematian gara- gara kehamilan dan persalinan. Sekitar 30-50 % diantaranya meninggal gara- gara komplikasi abortus yang ga aman dan 90 % terjadi di negara berkembang termasuk Indonesia.

Hasil riset dari penelitian yang telah dilakukan oleh KOMNAS Perlindungan Anak (2007) ataupun BKKBN (2010), mengenai perilaku remaja yang melakukan hubungan seks pra nikah, menunjukkan kecenderungan meningkat.

Data hasil riset BKKBN misalnya, mengatakan bahwa separuh remaja perempuan lajang yang tinggal di wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi telah kehilangan keperawanan dan mengaku pernah melakukan hubungan seks sebelum menikah, bahkan tidak sedikit yang mengalami kasus hamil di luar nikah.

Ironisnya temuan serupa ternyata juga terjadi di kota-kota besar lainnya seperti Surabaya, Medan, Bandung, dan Yogyakarta.

Hasil senada juga ditunjukkan oleh riset yang dilakukan oleh Yayasan Kita dan Buah Hati (YKB) selama tahun 2010. Pada awalnya riset YKB lebih ke arah kesiapan anak menghadapi masa pubertasnya.

Tetapi hal mengejutkan terjadi ketika YKB menemukan bahwa anak-anak (SD kelas 4 dan 5) justru memberikan informasi mengenai sejauh mana mereka telah mengetahui tentang pornografi, dan itu sangat tidak terbayangkan sebelumnya oleh para relawan YKB.

Kecenderungan perilaku seks bebas dikalangan usia 13 hingga 18 tahun ini tentu saja membawa dampak tidak hanya pada rentannya kesehatan alat reproduksi, selain meningkatnya kasus penularan penyakit infeksi HIV/AIDS, tetapi juga tingginya jumlah kasus kehamilan di luar nikah yang memicu masalah lain. Yaitu meningkatnya jumlah praktek aborsi illegal. (Sumber : Tabloidbintang,com)


Dari Fakta Seks Bebas Pada Remaja diatas menunjukkan bahwa generasi muda sekarang ini diambang kehancuran. Padahal masa muda adalah masa yang seharusnya digunakan untuk membenahi diri sehingga nantinya akan menjadi generasi penerus bangsa.

Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa perilaku seks pranikah itu cenderung dilakukan karena pengaruh teman sebaya yang negatif. Apalagi bila remaja itu bertumbuh dan berkembang dalam lingkungan keluarga yang kurang sensitif terhadap remaja. Selain itu, lingkungan negatif juga akan membentuk remaja yang tidak punya proteksi terhadap perilaku orang-orang di sekelilingnya.

Bahkan, remaja yang merasa bebas dan tidak terkekang, ternyata lebih mudah jatuh pada perilaku antara, yaitu merokok dan alkohol. Ujung-ujungnya dari perilaku antara itu, pelajar akan berperilaku negatif seperti mengonsumsi narkoba dan melakukan seks pranikah.

Fakta-fakta dilapangan, boleh jadi cuma merupakan fenomena gunung es. yang mana fakta yang lebih besar belum terkuak, semoga saja tidak.

Marilah kita semua mulai membenahi diri dari sekarang, sebelum moral bangsa lebih terpuruk yang bermuara pada kehancuran bangsa dan negara tercinta ini. Sebuah tugas berat Untuk orang tua dan Guru namun terlebih lagi untuk kita semua tentunya.

Entri Populer

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...